It’s all officially begun
Tirai itu telah dibuka dengan Community Shield di Inggris dan Super Cup di beberapa negara lainnya. BPL sudah bergulir sekitar 3 game sedangkan La Liga dan Serie A baru 1 game. Saya tidak begitu memperhatikan liga lain di Eropa selain 3 liga itu dan UCL tentunya.
Meski sudah berlangsung beberapa pekan, saya masih belum menganggap musim ini resmi dimulai kalau transfer window belum resmi ditutup, karena komposisi squad setiap tim belum final. Nah, 31 Agustus kemarin transfer window telah ditutup, maka buat saya musim kompetisi 2010/2011 resmi dibuka. Great!!
Alasan lainnya adalah kalau komposisi pemain sudah final, maka akan lebih asik ketika memainkan game bola seperti Pro Evolution Soccer 2010 (PES 2010), apalagi ketika mulai main master league. Sayang di PES 2010 ada beberapa pemain yang belum terdaftar, seperti Chicarito di United. Hmm, jadi tidak sabar menunggu hadirnya PES 2011.
Landslide transfer
Dibanding transfer window musim lalu ketika Real Madrid mengguncang dengan mega transfer Ronaldo dan Kaka, atau tukar tambah Ibrahimovic dan Etoo antara Inter dan Barca, dari sisi nominal transfer window kali ini terkesan biasa-biasa saja. Yang bisa dianggap cukup mahal mungkin hanya David Villa yang didapatkan Barca, atau Man City yang berbelanja sangat boros dan mengacaukan harga pasaran.
Buat saya transfer window ini lebih dramatis, terutama di menit-menit akhir seperti halnya permainan sepak bola itu sendiri. Kalau di awal Mourinho yang menjadi pusat perbincangan setelah hijrah ke Madrid dan membawa bintang-bintang piala dunia yang lalu, di masa akhir transfer window ini yang menjadi perhatian utama jelas AC Milan yang berhasil memboyong Ibra dan Robinho dengan proses yang terbilang kilat. Ibra dipinjam setahun dengan opsi pembelian, dan Robinho dibeli dengan harga yang tidak terlalu mengguncang.
Milan sangat cerdik, keberhasilannya mendatangkan bintang yang tak bersinar di klub lamanya itu membuatnya bergeser dari klub penuh sejarah yang hampir terlempar dari list prediksi calon juara Calcio dan UCL, kembali ke habitatnya dan menjadi penantang serius dominasi Inter Milan di Calcio dan tim-tim mapan eropa seperti United dan Barca. Memiliki 4 penyerang top sekelas Ronaldinho, Pato, Robinho, dan Ibra adalah dream come true buat para Milanisti. Mimpi melihat Milan mendominasi semua kompetisi yang mereka ikuti. We’ll see.
Manchester United dan rival-rival tradisionalnya
Sebagai suporter United, saya cukup puas dengan kinerja mereka di bursa transfer musim panas ini. Memang sudah menjadi budaya United untuk tidak memaksakan membeli pemain bintang. Chicarito jelas menjadi best bang for the buck, tepat sekali keputusan United mendatangkan anak muda itu ke Old Trafford sebelum World Cup digelar. Saat ini, meski berteknik tinggi, ia masih setengah matang. Setidaknya butuh 2-3 tahun untuk mencapai peak performance di United. Satu hal yang terlihat ia miliki dan tak dipunyai Ronaldo adalah kerendahan hati. Fergie pun memprediksi Chicarito akan seperti Solksjaer, striker kalem berjiwa pembunuh. Hening namun mematikan.
Chris Smalling juga pembelian bagus, ia diproyeksikan menjadi penerus Ferdinand nantinya. Belum terlihat istimewanya dan ketika di Fulham pun saya tak terlalu memperhatikan, namun dengan bimbingan Ferdinand dan Vidic ia berpotensi menjadi bek tangguh. Pembelian lain adalah Bebe, pemuda Portugal “entah siapa” yang didatangkan Fergie dengan harga cukup mahal untuk ukuran pemain yang sama sekali belum pernah disaksikan penampilannya. Fergie berjudi. Sebagai suporter saya sih percaya-percaya saja sama Opa
Ada satu hal yang sangat sulit dilakukan, yaitu mencari pengganti the old masters Giggs, Scholes dan Gary. Masa bakti mereka sebagai pemain United mungkin ga akan lebih dari 2 tahun lagi, terlebih Gary yang sangat rentan cedera. Ini pr terbesar United sebelum Fergie pensiun.
Posisi full back kanan masih sering dirotasi antara O’Shea, Brown, dan Rafael. Ini sektor yang paling riskan ditembus. O’Shea dan Brown bukanlah pemain dengan level istimewa, sedangkan Rafael masih belum matang. Di sektor tengah, belum terlihat ada yang mampu memiliki visi sekelas Scholes. Ketika nanti saatnya Scholes pensiun, United akan sangat merindukan kehadiran, skill, dan determinasinya, terkecuali tacklingnya ya
Posisi Giggsy sebagai winger mungkin banyak kandidat penggantinya. Tapi sebagai left winger, belum ada yang istimewa sejak Ronaldo pergi. Nani dan Park bisa dipasang di kiri, tapi biasa-biasa saja. Nani eksplosif kalo dipasang di kanan, Park terlihat sangat menikmati permainan ketika dipasang sebagai free attacking midfielder. Valencia lebih standar, meski crossingnya top class, ia cuma manjur ditaro di kanan. Mungkin ketika matang, Obertan bisa dipasang reguler di posisi itu.
Sektor depan sudah cukup ideal. Rooney dan Berba bisa dibilang belum tergeser. Chicarito adalah alternatif kedua, sementara Fergie terlihat nyaman memiliki Owen yang ga akan rewel ditaruh di bench.
Merebut kembali singgasana BPL adalah prioritas utama, gelar ke 19 wajib dikejar mumpung Liverpoool masih mencari bentuk. Akan lebih sulit ketika Liverpool sudah kembali stabil dan United yang mencari bentuk ketika Fergie pensiun beberapa musim lagi. Untuk itu saya rela UCL di-nomorduakan
Saya sepakat dengan ulasan-ulasan di media kalau yang berpotensi merebut trofi BPL masih sekitar Chelsea, United, dan Arsenal. Chelsea jelas unggulan pertama dengan sementara ini duduk nyaman di peringkat pertama dengan 9 poin dan selisih gol mantap 14-0. United yang berusaha mengejar. Sementara Arsenal, meski para young guns sudah semakin matang, tanpa mengurangi rasa hormat kepada para Gooner, eksplosif? yes, tapi saya rasa masih sulit untuk konsisten musim ini. Hati Fabregas yang sudah mendua akan membuatnya angin-anginan seperti Ronaldo di musim terakhirnya bersama United.
Image sources : goal.com, soccerlens.com
Filed under: Football | Leave a Comment
Tags: AC Milan, BPL, football, Manchester United







No Responses Yet to “It’s all officially begun”