Sedikit cerita saja. Seingat saya, sejak SD menggemari sepakbola, saya tidak pernah terlibat dalam suatu taruhan. Diajak saja tidak pernah, apalagi mengajak taruhan. Apalagi taruhan pake duit. Dosa kata guru agama saya.

Tapi minggu lalu, pesona clash of the titan antara Setan Merah dan Gudang Peluru dari London Utara, ditambah dengan sedikit adiksi pada social media yang saat ini sedang trendy-trendy-nya menggugah saya untuk terlibat taruhan.

Bermula dari informasi bahwa United Indonesia (komunitas supported Man United dimana saya bergabung) mengadakan anniversary yang ke-3 sekalian nonbar big match antara United vs Arsenal di Green Cafe, Kemang. Saya teringat untuk mengajak teman baik saya, Rafeequl, untuk turut serta nonbar bersama saya.

Sebelumnya sudah beberapa kali saya mengajak dia nonbar. Tahun lalu, ketika United dihajar 2-1 oleh gelontoran gol kemaruk anak muda berbakat Samir Nasri yang hanya dapat dibalas gol tendangan volley youngster kribo United asal Brazil yang mengawali debutnya di EPL, Rafael da Silva. Dan semusim sebelumnya, ketika United ditahan imbang 2-2 di Old Trafford. Kedua game itu saya akhiri dengan muka manyun.

Well, kembali ke minggu lalu. Saya mengajak serta Rafeeq dan pacarnya, Vina (penggemar United juga) dan juga pacar saya, Kautsarina (pengemar saya Michael Carrick). Di tambah 2 lelaki jomblo berkualitas, Dayat dan Hirzi. Kayanya sepulang nonbar mereka berdua tak lagi jomblo karena tertarik satu sama lain deh kekeke.

Anyway, Saya mengajak mereka via Koprol, social media made in Indonesia yang mencoba menembus dominasi Twitter dan rekan2nya (go Koprol go).

Ngajak nonbarlink stream lengkap klik di sini

Dan kami pun berencana nonton bareng game tersebut.

Beberapa hari sebelum acara, kok saya jadi terpikir untuk iseng-iseng ngajak Rafeeq taruhan. Ga perlu pake duit, inget kata guru agama saya itu dosa. Tapi guru saya tidak bilang kalo taruhan harga diri pada social media seperti Facebook dan Koprol itu juga dosa.

Jadi..

ngajak taruhan

Ya, saya menantang Rafeeq untuk mengganti profile pic FB dan Koprol-nya dengan foto diri memakai jersey United selama seminggu kalau Arsenal kalah. Dan sebaliknya, kalau Arsenal menang, saya harus mengganti profile pic FB dan Koprol saya memakai jersey Arsenal selama seminggu.

Tantangan ini disambut baik oleh Rafeeq.

jadiilink stream lengkap perang urat syaraf klik di sini

Singkat cerita, hadirlah kami malam minggu kemarin di Green Cafe, Kemang. Untuk menyaksikan game yang berujung tercorengnya harga diri seseorang. Sebelumnya, colongan foto-foto dulu lah ya kekeke.

depan greendi depan banner acara

di dalem 2di dalem, pose dulu, thanks to Jaka

Oke, pertandingan pun di mulai. Menit-menit awal adem ayem aja. Nothing special. United masih kagok karena ditinggal beberapa pilarnya yang cedera. Arsenal mulai mendominasi permainan, operan pendek nan cantik membuat Rafeeq tersenyum lebar, jenggotnya bergetar. Sedang saya sebaliknya, gemetar dan gelisah. Entah apa jadinya kalo saya yang sok-sok an ngajak taruhan tau-tau kalah, huhu mokal abis deh.

Tak lama, kemelut di depan gawang Ben Foster setelah menerima corner membuat Arshavin tak terjaga, siap melepas tendangan dari dalam kotak penalti United. Sukurlah Fletcher sigap dengan tacklingnya yang.. ehm cukup mengkhawatirkan. Arshavin pun jatuh. Damn, penalti nih. Untungnya wasit tak memberikan Arsenal penalti, fifty2, kena bola.. mungkin begitu pikir wasit dari sudut pandangnya. Sukurlah.

Tidak sampai 1 menit kemudian, entah bagaimana Arshavin kembali menggiring bola mendekati kotak penalti United. Ga pake basa-basi, canon ball seorang seniman sepakbola Rusia itu menghujam gawang di tiang dekat tanpa mampu ditepis Foster. Shite, 0-1. Seluruh makhluk berpakaian United di Green Cafe terdiam. Rafeeq bersorak. Saya manyun. Terpikir pose apa yang akan saya andalkan untuk di profile pic laknat itu.

satu kosongada kambing kegirangan, sial

Babak pertama cukup mengkhawatirkan buat United. Tapi tenang, Sir Alex sudah siap dengan hair dryer-nya di ruang ganti. Babak kedua pun mulai, Giggs yang tampil out of form kok tidak diganti ya? Formasi masih sama. Well, SAF always know the best for United. Oke, kembali ke layar. Singkat cerita, ditengah gempuran bertubi-tubi Arsenal ke daerah pertahanan United tak serta merta membuat United kehilangan smangat dan daya serangnya. Entah bagaimana, sodoran terobosan Giggs kepada Rooney diakhiri Almunia yang terpaksa menjatuhkan Rooney dalam kotak terlarang. Yes, penalti buat United. Rooney sendiri yang mengesekusinya dengan baik. Almunia jatuh ke kanan, Rooney placing ke kiri. Gol doong. Mantap, 1-1. Gantian, saya, Vina, Kaut, Dayat dan Hirzi mencela-cela Rafeeq. Tau-tau Pandu (gooners juga, teman sma Rafeeq) datang bela2in bawa jersey Arsenal buat saya pake. Huhu pede banget lo men kekeke.

Ga ngaruh. Oke, kembali United gantian mendominasi serangan meski one touch bocah-bocah Arsenal cukup membuat saya panik. Sampai suatu saat, United mendapat free kick di kiri pertahanan Arsenal. Giggs mengumpan ke kerumunan di kotak penalti Arsenal. Sekonyong-konyong ada manusia berbaju Fly Emirates menyundul bola itu, tepat masuk ke gawang pria yang juga berbaju Fly Emirate.  Is it a plane? Noo, Is it a Supermaan? Noo. Its Diaby who scorees!! in to his own goal kekeke.. own gool people!!

Yaah sisanya sih udah ga gitu seru.Paling ada tendangan bebas Van Persie yang membentur mistar. Dan insiden injury time ketika gol Van Persie dianulir wasit karena sebelumnya Gallas terperangkap offside. Wenger pun menendang botol sebagai ungkapan kecewa, ia diusir wasit namun tak mau pergi. Adegan yang aneh.

Well, selanjutnya saya rasa biar imaji yang berbicara, Canon EOS 1000D milik Rafeeq menjadi saksi bisu kegalauan tuannya sendiri wkwkwk. Here they are..

rafeeq unitedFans berat United. Ferguson, he loves you full!!

gunners manyunRafeeq dan Pandu. Ehm Ehm

Dan puncaknya.. Selamat Vina, Rafeeq membuktikan kalau ia lelaki yang jantan. Mari kita simak hasil dari clash of the titan ini. ^^

hasil taruhankiri : FB profile pic – kanan : Koprol Avatar

Beberapa hari kemudian, di suatu stream Koprol. Hadir aroma revenge.

revengestream beraroma pembalasan

Kata orang, pembalasan itu lebih kejam. Saya belum bisa tenang, nantikan leg kedua!! Sekarang saya sahur dulu ^^



3 Responses to “Antara Manchester, London, dan Jakarta.”  

  1. 1 rafeequl

    Sooompreeet … ati2 sodara tanta! leg kedua harus taroan lagi!
    Biar, dikandang MU lagi ajah gw ga takut, biar seru nanti lo pake jersey Arsenal di kandang sendiri … biar kowe isin karo konco konco mu dab

  2. 2 romanticpurpleisme

    what a good story, honey..
    Smoga kisah indah berlanjut lagi di leg kedua, amiiin^^

  3. 3 cihuyy

    ME LIKE THIS!!!


Leave a Reply