Beberapa waktu yang lalu, Bentara Budaya Jakarta mengadakan pameran bertajuk ”WARISAN BUDAYA TIONGHOA PERANAKAN”. Selama pameran berlangsung, juga diadakan acara pemutaran film-film dan seminar mengenai masalah budaya/ akulturasi Tionghoa Peranakan di Indonesia.
Selasa kemarin, 20 Januari 2008, saya bersama Kaut menyempatkan pergi ke pameran itu untuk menonton pemutaran film-nya. Daya tarik utama kami datang adalah karena film Babi Buta Yang Ingin Terbang yang disutradarai oleh Edwin termasuk dalam setlist screening. Kami begitu penasaran akan film itu karena dalam beberapa kali kesempatan kami gagal menontonnya, terutama ketika film itu diputar di Kineforum beberapa bulan yang lalu. Selain Babi Buta, juga diputar beberapa filmnya Ariani Darmawan yang banyak bercerita tantang budaya dan keseharian Tionghoa peranakan di Indonesia. Kebetulan ketika kami datang mbak Ariani sedang diwawancarai oleh Husnil, senior kami di HMI Ciputat yang ternyata kini bekerja di majalah Madina.
Filmnya Edwin.
Perkenalan pertama saya dengan film karya Edwin adalah ketika saya membeli VCD kompilasi Indonesia Raja pada Jiffest tahun 2003. VCD itu didistribusikan oleh Minikino dan didalamnya terdapat beberapa film pendek yang menurut saya sangat menarik, salah satunya adalah film Edwin yang berjudul A Very Slow Breakfast, yang mengisahkan dinginnya formalitas sarapan pagi dalam sebuah keluarga. Setelah itu dalam beberapa kesempatan saya kembali menikmati film-filmnya yang lain seperti Dajang Soembi: Perempoean yang Dikawini Andjing, cerita teatrikal tentang legenda Dayang Sumbi, dan Kara, Anak Sebatang Pohon, yang memaparkan pesan tentang kapitalisme. Saya masih belum berkesempatan menonton filmnya yang lain, A Very Boring Conversation. Maybe next time.
Image is taken from : www.babibuta.com
Kembali ke Babi Buta Yang Ingin Terbang. Jujur, saya masih kesulitan menangkap substansi dari film ini. Sedikit banyak tidak seperti apa yang saya harapkan sebelumnya. Mungkin saya harus menontonnya beberapa kali lagi untuk dapat lebih memahaminya. Jadi, belum banyak yang bisa saya ceritakan selain beberapa adegan dan dialog yang menurut saya keren.
Misalnya, pada opening film yang menyajikan pertandingan bulutangkis putri antara Indonesia vs Cina yang ditampilkan slow motion. Lalu terdengar suara anak kecil bertanya kira-kira seperti ini, “Ini yang Indonesia yang mana bu?”
Atau ketika tokoh Linda kecil bertanya kepada Cahyono, sahabatnya.
”Nanti kalau kamu sudah besar, kamu mau jadi apa?”
”Apa aja deh, asal bukan Cina..”
Begitulah, pokoknya nanti harus nonton film ini lagi. Hehe.
Filmnya Ariani Darmawan.
Film Ariani yang pertama menyapa saya adalah The City of Desire, film pendek yang juga termasuk dalam setlist VCD kompilasi Indonesia Raja. Lalu film-filmnya yang lain baru saya tonton pada pameran ini.
Anak Naga Beranak Naga, dokumenter yang menceritakan akulturasi budaya Cina dengan pribumi terutama Betawi dalam bentuk kesenian Gambang Kromong. Film ini menggambarkan bagaimana sejarah bangsa Cina di Batavia, terutama kaum menengah ke bawah, yang terusir hingga ke wilayah selatan Jakarta seperti Bogor dan Tangerang. Mereka menyatu dengan masyarakat setempat hingga sekarang. Disisi lain, Ariani menyiratkan keprihatinan hampir musnahnya kesenian Gambang Kromong hasil akulturasi ini akibat putus generasi karena minimnya generasi muda yang tertarik mempelajari Gambang Kromong.
Lalu ada The Anniversary, film pendek yang bercerita tentang dingin dan muramnya potret suami istri yang dikisahkan dalam setting sebuah lift, dan Sugiharti Halim, film pendek tentang seorang wanita keturunan tionghoa yang mempertanyakan namanya yang dibuat-buat seperti nama Indonesia.
Image is taken from : http://9808films.wordpress.com/
Menyenangkan kembali menikmati pemutaran film di Bentara Budaya. Sudah lama saya tidak pergi kesitu. Sayang perpustakaannya sudah tidak ada. Padahal asik sekali menghabiskan waktu membaca buku seharian disana.
Filed under: Movie | 1 Comment
Just dropping by.Btw, you website have great content!
______________________________
Instantly Search Millions of Public Records & Resources