Di hari kedua ini, Minggu 9 Desember 2007 gue dan Kaut nonton dua film. The Blossoming Of Maximo Oliveros (Philiphines) di Kineforum dan 2 Days In Paris (France) di Djakarta Theater. Rencananya sih mau nonton Saimir (Italy) juga di Erasmus Huis tapi karena gue kecapekan karena paginya main futsal jadi ya cukuplah dua film :)

==========

The Blossoming Of Maximo Oliveros

Director : Auraeus Solito / Casts : Nathan Lopez, JR Valentin, Soliman Cruz, Ping Medina / 2005 / Philippines / Comedy/Drama / 100 Min / English/Tagalog (with English subtitles)

Maximo Oliveros, atau biasa dipanggil Maxi adalah bungsu dari tiga bersaudara yang tinggal dengan ayah mereka di sebuah perkampungan kumuh di Manila. Ibu mereka telah lama tiada. Ayah Maxi dan kedua kakaknya berprofesi sebagai pencopet, sedangkan Maxi yang bersikap kecewek-cewekan berperan sebagai ibu dalam keluarga mereka. Mencuci baju, piring, memasak atau membereskan rumah ia lakukan dengan riang dan penuh tanggung jawab.

Sebagai anak yang loyal pada keluarganya ia kerap menutupi jejak ayah dan kedua kakaknya ketika terlibat kasus pencurian. Namun hidupnya mulai berubah ketika Maxi bertemu dengan Victor, seorang polisi tampan yang sedang mengusut kasus-kasus kriminal di lingkungan mereka. Ya, Maxi jatuh cinta pada Victor si polisi tampan.

Selanjutnya cerita beranjak pada usaha Maxi merebut hati Victor. Hingga pada suatu saat ia kehilangan orang yang dicintainya sehingga harus menerima kenyataan pahit. Dan untuk itu ia berusaha tetap tegar menjalani hidup yang lebih baik.

Untuk sebuah film free screening, film ini oke banget. Film Filipina kedua yang berhasil membuat gue terpukau. Yang pertama adalah Bridal Shower yang gue tonton pada JiFFest 2003 atau 2004 lupa gue kekeke. Kehidupan unik yang dijalani pemuda tanggung yang bersikap girly ini membuat nuansa tersendiri pada khazanah film-film yang selama ini gue tonton, meskipun pada beberapa bagian film gue tertidur karena capek abis main futsal :D Another great movie from Philiphines.

===========

2 Days In Paris

Director : Julie Delpy / Casts : Julie Delpy, Adam Golberg, Daniel Brühl, Marie Pillet, Albert Delpy / 2007 / France-Germany / Comedy-Drama-Romance / 96 Min / English-French (with english subtitles)

Marion, seorang fotografer berkebangsaan Prancis dan pacarnya Jack, seorang desainer interior warga Amerika sedang berusaha menghangatkan kembali hubungan mereka dengan berlibur keliling eropa. Namun perjalanan mereka di Venice tidak berlangsung seperti yang mereka harapkan. Untuk itu sebelum kembali New York mereka mampir di Paris, kota kelahiran Marion untuk tinggal bersama orangtua Marion selama dua hari. Dan dua hari ini adalah kesempatan terakhir mereka untuk memperbaiki hubungan.

Nah, inti film ini adalah apa yang terjadi pada hubungan mereka selama dua hari. Melihat sepasang kekasih yang sedang mencari arti hubungan itu sungguh menggelikan dan menyejukkan. Apalagi kisah bergulir pada Marion yang secara kebetulan bertemu dengan mantan-mantan pacarnya semasa muda dulu. Muncul kecemburuan Jack yang ia ungkapkan dengan cara yang unik.

Dialog-dialog dalam film ini sungguh lucu sekaligus menggemaskan. Simak adegan ketika Jack makan malam bersama kedua orangtua Marion. Ayah Marion menawarkan kelinci panggang dengan tambahan sepotong wortel. “Ow, so we eat bunny with bunny food either ?” kata Jack. Wakakaka kocak abiss. Atau kekesalan Jack ketika berantem dengan Marion di tepi kanal yang indah. “Ooh we’re not in Paris!! We’re in helll!! ” teriaknya. Bahkan situasi dimana Jack dan Marion berseteru meminta sex position paling enak. Yeah, she wants on top, but Jack wants from behind kekekeke.. :D

Melihat nama Julie Delpy sebagai director film ini? Does it sounds ring a bell? Yup you right, that’s Julie Delpy who played with Ethan Hawke in Before Sunset and Before Sunrise. Dua film dengan tema perjalanan, mirip dengan 2 Days in Paris. Rupanya Julie belum cukup puas sehingga buat gue 2 Days in Paris sedikit banyak seperti sekuel dari Before Sunrise.

Tapi ada beberapa perbedaan yang cukup signifikan antara Before Sunset dan Before Sunrise dengan 2 Days in Paris. Kalau dua film pertama itu memiliki alur lamban dengan dialog santai dan substantif. 2 Days in Paris adalah versi lain yang lebih dinamis dan nge-pop namun tidak serta merta kehilangan dialog santai dan substantifnya. Lalu kenyataan bahwa 2 Days in Paris memiliki beragam karakter yang cukup kompleks namun tidak membuat film ini bergeser dari titik fokusnya. Berbeda dengan Before Sunset dan Before Sunrise yang jelas fokus pada hubungan dua orang asing yang merasa dekat.

Selain itu cukup banyak isu kultur yang dikemukakan Julie pada film ini. Mulai dari cerita supir taksi rasis yang membenci etnis Arab, Yahudi dan rumania. Hingga kemunculan seorang pria yang mengaku sebagai peri namun bersikap seperti gay.

And then, enough said. This film is great, wonderful. Catchy, funny, entertaining, and more than that. It’s inspiring. One of the best journey film ever. :)

Oiya, ini link official websitenya. Check this out http://www.2daysinparisthefilm.com/



No Responses Yet to “JiFFest 2007 : Day Two”  

  1. No Comments Yet

Leave a Reply