JiFFest 2007 : Day Two
Di hari kedua ini, Minggu 9 Desember 2007 gue dan Kaut nonton dua film. The Blossoming Of Maximo Oliveros (Philiphines) di Kineforum dan 2 Days In Paris (France) di Djakarta Theater. Rencananya sih mau nonton Saimir (Italy) juga di Erasmus Huis tapi karena gue kecapekan karena paginya main futsal jadi ya cukuplah dua film
==========
The Blossoming Of Maximo Oliveros
Director : Auraeus Solito / Casts : Nathan Lopez, JR Valentin, Soliman Cruz, Ping Medina / 2005 / Philippines / Comedy/Drama / 100 Min / English/Tagalog (with English subtitles)
Maximo Oliveros, atau biasa dipanggil Maxi adalah bungsu dari tiga bersaudara yang tinggal dengan ayah mereka di sebuah perkampungan kumuh di Manila. Ibu mereka telah lama tiada. Ayah Maxi dan kedua kakaknya berprofesi sebagai pencopet, sedangkan Maxi yang bersikap kecewek-cewekan berperan sebagai ibu dalam keluarga mereka. Mencuci baju, piring, memasak atau membereskan rumah ia lakukan dengan riang dan penuh tanggung jawab.
Sebagai anak yang loyal pada keluarganya ia kerap menutupi jejak ayah dan kedua kakaknya ketika terlibat kasus pencurian. Namun hidupnya mulai berubah ketika Maxi bertemu dengan Victor, seorang polisi tampan yang sedang mengusut kasus-kasus kriminal di lingkungan mereka. Ya, Maxi jatuh cinta pada Victor si polisi tampan.
Selanjutnya cerita beranjak pada usaha Maxi merebut hati Victor. Hingga pada suatu saat ia kehilangan orang yang dicintainya sehingga harus menerima kenyataan pahit. Dan untuk itu ia berusaha tetap tegar menjalani hidup yang lebih baik.
Untuk sebuah film free screening, film ini oke banget. Film Filipina kedua yang berhasil membuat gue terpukau. Yang pertama adalah Bridal Shower yang gue tonton pada JiFFest 2003 atau 2004 lupa gue kekeke. Kehidupan unik yang dijalani pemuda tanggung yang bersikap girly ini membuat nuansa tersendiri pada khazanah film-film yang selama ini gue tonton, meskipun pada beberapa bagian film gue tertidur karena capek abis main futsal
Another great movie from Philiphines.
===========
2 Days In Paris
Director : Julie Delpy / Casts : Julie Delpy, Adam Golberg, Daniel Brühl, Marie Pillet, Albert Delpy / 2007 / France-Germany / Comedy-Drama-Romance / 96 Min / English-French (with english subtitles)
Marion, seorang fotografer berkebangsaan Prancis dan pacarnya Jack, seorang desainer interior warga Amerika sedang berusaha menghangatkan kembali hubungan mereka dengan berlibur keliling eropa. Namun perjalanan mereka di Venice tidak berlangsung seperti yang mereka harapkan. Untuk itu sebelum kembali New York mereka mampir di Paris, kota kelahiran Marion untuk tinggal bersama orangtua Marion selama dua hari. Dan dua hari ini adalah kesempatan terakhir mereka untuk memperbaiki hubungan.
Nah, inti film ini adalah apa yang terjadi pada hubungan mereka selama dua hari. Melihat sepasang kekasih yang sedang mencari arti hubungan itu sungguh menggelikan dan menyejukkan. Apalagi kisah bergulir pada Marion yang secara kebetulan bertemu dengan mantan-mantan pacarnya semasa muda dulu. Muncul kecemburuan Jack yang ia ungkapkan dengan cara yang unik.
Dialog-dialog dalam film ini sungguh lucu sekaligus menggemaskan. Simak adegan ketika Jack makan malam bersama kedua orangtua Marion. Ayah Marion menawarkan kelinci panggang dengan tambahan sepotong wortel. “Ow, so we eat bunny with bunny food either ?” kata Jack. Wakakaka kocak abiss. Atau kekesalan Jack ketika berantem dengan Marion di tepi kanal yang indah. “Ooh we’re not in Paris!! We’re in helll!! ” teriaknya. Bahkan situasi dimana Jack dan Marion berseteru meminta sex position paling enak. Yeah, she wants on top, but Jack wants from behind kekekeke..
Melihat nama Julie Delpy sebagai director film ini? Does it sounds ring a bell? Yup you right, that’s Julie Delpy who played with Ethan Hawke in Before Sunset and Before Sunrise. Dua film dengan tema perjalanan, mirip dengan 2 Days in Paris. Rupanya Julie belum cukup puas sehingga buat gue 2 Days in Paris sedikit banyak seperti sekuel dari Before Sunrise.

Tapi ada beberapa perbedaan yang cukup signifikan antara Before Sunset dan Before Sunrise dengan 2 Days in Paris. Kalau dua film pertama itu memiliki alur lamban dengan dialog santai dan substantif. 2 Days in Paris adalah versi lain yang lebih dinamis dan nge-pop namun tidak serta merta kehilangan dialog santai dan substantifnya. Lalu kenyataan bahwa 2 Days in Paris memiliki beragam karakter yang cukup kompleks namun tidak membuat film ini bergeser dari titik fokusnya. Berbeda dengan Before Sunset dan Before Sunrise yang jelas fokus pada hubungan dua orang asing yang merasa dekat.
Selain itu cukup banyak isu kultur yang dikemukakan Julie pada film ini. Mulai dari cerita supir taksi rasis yang membenci etnis Arab, Yahudi dan rumania. Hingga kemunculan seorang pria yang mengaku sebagai peri namun bersikap seperti gay.
And then, enough said. This film is great, wonderful. Catchy, funny, entertaining, and more than that. It’s inspiring. One of the best journey film ever.
Oiya, ini link official websitenya. Check this out http://www.2daysinparisthefilm.com/
Filed under: Life, Movie | 0 Comments
Tags: jiffest
Hari sabtu kemarin, setelah nonton JiFFest. Gue dan Kaut menyempatkan gabung nonbar bersama anak-anak United Indonesia di Time Out Cafe, Pasar Festival. Awalnya gue ga berencana nonbar karena gue pikir kick offnya jam 8 sehingga gue ga mungkin ikut. Tapi tau-tau Robert nelpon dan bilang kalo kick offnya ternyata jam 10. Karena gue lagi ada di sekitar bunderan HI dan jam masih menunjukkan pukul 9 malem langsunglah gue dan Kaut meluncur ke Time Out.
Nonbar malam itu sangat spesial karena kita kedatangan teman-teman United Indonesia Bandung yang dipimpin Max dan Kang Moriss. Suasana sungguh meriah dan penuh kekeluargaan, terutama ketika ajang perkenalan yang dikomandoin oleh duo MC, Arie dan Yanu. Senangnya bisa ketemu langsung dengan teman-teman Bandung yang sebelumnya cuma bisa mengobrol di forum.
Selain itu yang bikin spesial adalah kita kedatangan tamu istimewa, yaitu Mas Sigit Budiarto. Tau dong siapa dia. atlet bulutangkis nasional Indonesia yang pernah meraih emas olimpiade. Wiih,sebagai penggemar bulutangkis senanglah gue ketemu dia. Sayang gue ketinggalan sesi foto-foto bareng Mas Sigit hehehe. Jadi emang ternyata Mas Sigit adalah fans berat Manchester United, dan Arie dkk berhasil ngajak dia gabung pada nonbar ini.
Yang lebih spesial lagi tentu karena kemenangan yang sukses dicetak Fergie babes. Yup, United menang 4-1. Giggs mencetak gol pertama hasil bola muntah dari tendangan Ronaldo. Lalu, Tevez mencetak 2 gol berturut-turut dan diakhiri gol Ronaldo melalui titik penalti. Sementara itu rival utama United, Liverpool dan Arsenal menelan kekalahan pertama mereka di ajang EPL.
Jadi sampai saat ini semua tim di EPL sudah merasakan kekalahan dan itu membuat persaingan menjadi semakin panas, seperti yang sudah diprediksikan para pengamat bahwa bulan desember dan januari adalah bulan yang paling krusial dalam perjalanan meraih trophy. Siapa yang tampil konsisten, dia yang paling berpeluang membawa gelar juara. Dan menurut gue peluang terbesar masih dipegang big four yakni Manchester United, Arsenal, Chelsea dan Liverpool. Pertarungan memanas, hell yeaaahh!!! Come on United!!
Here are the pictures :
Foto bareng di depan Time Out Cafe :

Foto di samping Time Out Cafe :

United Indonesia bareng Mas Sigit Budiarto :

Oooh Manchester!! Is Wonderfull!!

Akhirnya kesampean ngajak Kaut nonbar kekeke :

PS : Foto-foto diambil dari United Indonesia Forum.
Filed under: Football, Life | 2 Comments
JiFFest 2007 : Day One
Hari sabtu tanggal 8 Desember 2007 adalah hari pertama gue nonton JiFFest tahun ini. Gue udah berencana nonton 4 Months, 3 Weeks & 2 Days dan Waiter (Ober). Di sela-sela itu gue nonton S-Express Thailand + Singapore. Gue coba review dikit ya buat yang belom nonton.
==========
4 Months, 3 Weeks & 2 Days
Director : Cristian Mungiu / Casts : Anamaria Marinca, Laura Vasiliu, Vlad Ivanov, Alexandru Potocean / 2007 / Romania / Drama/ 113 Min / Romanian (with English subtitles)

Ini cerita tentang 2 sahabat, Otilia dan Gabita, mahasiswi di sebuah kota di Rumania pada tahun 1987. Mereka terjebak pada situasi rumit ketika Gabita hamil dan berniat menggugurkan kandungannya.
Cerita bergulir kepada usaha Otilia yang diminta Gabita menemui seseorang yang dapat melakukan aborsi, karena sejak 1966 aborsi adalah tindakan ilegal di Romania. Orang itu, yang bernama Mr Bebe bersedia melakukan praktik aborsi ilegal di sebuah hotel. Ternyata situasi bertambah rumit ketika Mr Bebe menolak dibayar dengan uang, ia memilih dibayar dengan cara yang lain…
Menurut gue ceritanya menarik, konflik emosional seorang remaja yang tengah hamil dan memilih untuk menggugurkan kandungannya. Cristian Mungiu memilih tidak bertutur dengan gaya yang dinamis. Tiap adegan disuguhkan dengan statis, namun hal itu tidak membuat film ini kehilangan karakternya.
Sungguh unik melihat Cristian memaparkan adegan Otilia yang merasa terasing di tengah makan malam bersama keluarga pacarnya. Atau dengan vulgarnya ia menampilkan Mr Bebe memasukkan alat untuk aborsi ke vagina Gabita. Lalu ketika Otilia berkeliling kota malam-malam hanya untuk mencari tempat yang tepat untuk membuang janin Gabita.
Ketidak-dinamisan Cristian dalam bertutur mungkin membuat penonton sedikit bosan. Tapi hal itu mampu ia tutupi dengan detail yang bagus pada adegan-adegan yang notabene lumayan panjang. Selain itu gue sedikit merinding melihat setting Rumania pada tahun 1980-an yang dingin, kelam dan suram.
==========
Waiter (Ober)
Director : Alex van Warmerdam / Casts : Alex van Warmerdam, Ariane Schluter, Jaap Spijkers, Thekla Reuten, Mark Rietman, Line van Wambeke / 2006 / Netherlands/Belgium / Comedy / 97 Min / Dutch (with English subtitles)

Bayangkan jika kamu adalah seorang tokoh pada sebuah cerita tak berakhir dimana kemalangan tak hentinya menimpamu. Apa yang akan kamu lakukan?
Waiter bercerita tentang Edgar, seorang karakter fiksi pelayan restoran yang sering tertimpa kemalangan. Berseteru dengan customer yang cerewet, menjatuhkan sepotong steak siap saji ke lantai toilet, sampai ketidak-harmonisan dirinya dengan wanita selingkuhan adalah bagian dari kehidupannya. Di sisi lain ia punya seorang istri yang sakit-sakitan dan tetangga yang selalu ngajak ribut.
Bosan dengan kemalangan demi kemalangan yang menimpanya, Edgar protes kepada Herman (penulis yang menciptakan tokoh Edgar). Ia menginginkan cerita yang lebih menyenangkan dan indah untuk hidupnya. Masalahnya belakangan Edgar menyadari bahwa sebagai tokoh fiksi, mengontrol destiny atas dirinya sendiri tidaklah semudah yang ia bayangkan pada awalnya. Karena pada kenyataannya, pada setiap bab yang terlewati justru membawanya ke dalam berbagai problem lain yang sangat kompleks.
Dan buat guee… This is such a really great movie!!! Wonderful, extra ordinary, sophisticated and completely fascinating. Alex menciptakan suasana sunyi dan sepi namun dinamis pada tiap detik perjalanan Edgar. Tokoh Edgar yang cukup bersahaja terlihat lucu ketika menghadapi berbagai masalah yang menimpanya. Herman sang penulis juga cukup gokil ketika berantem sama pacarnya mengenai kelanjutan tokoh Edgar. Sebenarnya itulah inti kemalangan Edgar, ketidakcocokan Herman dan pacar dalam menentukan cerita membuat Edgar yang menderita kekeke..
==========
Sebenarnya di antara film-film tersebut gue juga nonton S-Express Thailand + Singapore namun sepertinya panitia menemui kendala sehingga hanya memutar film-film pendek Thailand saja. Agak kesel juga sih gue, mentang-mentang free screening kok jadi seenaknya gitu. Tau-tau film berhenti dan penonton menunggu tak jelas sambil bertanya-tanya. Baru 15 menit kemudian panitia bilang ada trouble teknis yang menyebabkan screening ga bisa di lanjutkan.
Menyebalkan memang, but it was ok. Gue cukup puas dengan 4 Months, 3 Weeks & 2 Days dan Waiter. Another great movies that made me smile.
PS : Lihat info film-film JiFFest di www.jiffest.org
Filed under: Life, Movie | 0 Comments
Ini gue dapet dari beberapa milis :
All the reasons why you should take a week off for JiFFest 2007:
1. Catch up with all Indonesian films released in a year for FREE!
2. And we have invited every filmmakers/stars/producers/scriptwriters involved in the Indonesian films to attend the films’ screenings for Q-and-A sessions!
3. Angelina Jolie proves that she is an actor in “A Mighty Heart”, shown in our World Cinema section.
4. All ASEAN films will be screened for FREE! So be prepared to cry in tears and laughter while watching the likes of “Flower in the Pocket” and “The Blossoming of Maximo Oliveros”.
5. We are cool. We’ve got an animated film, “Persepolis”, for our opening.
6. We are so cool. We’ve got two other additional films guaranteed to charm you, i.e. “Across the Universe” and “Paprika”.
7. Our short films never look this lovelier. From France to Sweden, from Indonesia to Singapore to Malaysia to Taiwan to Thailand to Philippines, they are short, and sweet.
8. If you think Afghanistan is only about war and chaos, check our film “Afghan Muscles”, and you won’t think of the country the same way again.
9. And yes, the above film is only one of our documentary films in House of Docs worth checking out!
10. This JiFFest thing happens only once in a year!
Filed under: Movie | 0 Comments
Tags: jiffest
Here it comes, JiFFest 2007.
JiFFest 2007 sudah di depan mata. Tanggal 7-16 Desember 2007 nanti Jakarta akan diramaikan oleh lebih dari 200 film dari sekitar 3o negara. Beberapa hari yang lalu setelah ngeliat info di situs resmi JiFFest, Gue dan Kaut langsung menyusun schedule buat nonton. Seperti yang pernah gue bilang di post tentang JiFFest beberapa tahun lalu. Hal yang paling sulit dalam menonton JiFFest adalah nyusun schedulenya karena jadwalnya cukup tabrakan antara waktu dan tempat sehingga harus disusun secermat mungkin.
Setelah dengan susah payah nyusun schedule gue pergi ke Aksara buat ngambil katalog dan beli beberapa tiket. Yeah langkah pertama selesai, ini beberapa film yang sudah gue dapet tiketnya :
- Waiter (Netherlands/Belgium)
- 4 Month, 3 Weeks, 2Days (Romania)
- 2 Days in Paris (France/Germany)
- Into The Wild (USA)
- Comrades in Dreams (Germany)
- Swedish Short : New Beginning (Sweden)
- Swedish Short : End of a Century (Sweden)
- The Namesake (Indi/USA)
Oiya selain yang pake tiket, lebih dari setengah film-film itu diputar gratis. Nah buat nonton yang free itu cukup datang ke tempat pemutaran untuk mengambil tiket yang sudah bisa didapat satu jam sebelumnya. Sedikit tentang ticketing, gue emang lebih senang pake sistem ticket kaya gini. Lebih simpel gitu dibanding memakai membership card seperti pada tahun lalu. Lalu sepertinya tempat pemutaran cukup strategis dan berdekatan sehingga cukup memudahkan pindah-pindah nonton film yang udah disusun. Blitz, Djakarta Theater, Goethe Haus, Kineforum dan Erasmus Huis. Semuanya berada di sekitar Sarinah dan Menteng, kecuali Erasmus Huis di Kuningan.
Buat yang mau ambil katalog dan beli tiket dateng aja ke Djakarta Theater, Blitz Megaplex, Aksara Bookstore Kemang, Plaza Senayan XXI atau 21 Cineplex Citos.
Well, JiFFest.. I’m Comiingg!!!
Filed under: Life, Movie | 1 Comment
Tags: jiffest
Working, is it the right time?
Sebelumnya walaupun udah lewat, gue ingin mengucapkan mohon maaf lahir batin dan selamat lebaran 1428 H
Seperti biasa, sebagaimana halnya tahun baru gue selalu mencanangkan bahwa setelah lebaran harus ada perubahan yang signifikan dalam hidup gue. Beberapa langkah tengah menapak menuju perubahan-perubahan itu.
Yang pertama kuliah. Gue udah semester 9, lewat1 semester dari target ideal seorang mahasiswa untuk lulus. Tapi alhamdulilah semua sks telah terpenuhi. Ya, tinggal skripsi-lah beban gue di kampus saat ini. Dan proposal skripsi gue sudah tembus dan disetujui oleh pembimbing. Sebenernya gue agak kurang yakin dengan kemampuan gue menyelesaikan skripsi berjudul “Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Pembelajaran Berbasiskan Teknologi Video on Demand” itu. Tapi ya paling tidak itu judul yang bisa gue dapet dari kombinasi minat gue di bidang audio visual dan kenyataan bahwa gue kuliah di jurusan IT. Ga mungkin dong gue bikin film pendek atau dokumenter buat tugas akhir kekeke..
Alhamdulilah skripsinya udah mulai gue kerjakan walau masih di awal bab 2, semoga aja lancar. Tapi ada satu hal yang bikin gue agak bingung. Di tengah gue mengerjakan skripsi, sebuah post pro dimana dulu gue pernah melamar kerja sebagai menghubungi gue untuk kemungkinan bekerja di sana. Udah beberapa hari ini gue masuk untuk menjalani masa percobaan. Gue disuruh ngedit beberapa pilot project dokumenter mereka dan kalo memuaskan ya gue akan diterima jadi editor tetap. Cukup fascinating sih, mengingat saat ini ngedit video adalah hobby gue dan dokumenter adalah lahan kesukaan gue. So, hal ini cukup menantang.
Tapi ada beberapa hal yang harus gue pikirkan, skripsi masih jauh dari selesai dan pekerjaan ini full time. Gue masih mikir-mikir juga, mengingat gue masih perlu belajar banyak untuk materi skripsi gue terutama database dan programing. Gue akan butuh banyak waktu mengerjakan semua itu. Butuh manajemen waktu yang oke mengingat gue bukanlah orang yang sangat disiplin akan waktu. Tapi dari sudut pandang lain tentu gue bisa banyak belajar dari situasi ini. Toh beberapa teman gue juga sukses melakukannya Jadi.. bekerja sambil kuliah? Hmm.. we’ll see deh ya..
Filed under: Campus, Life | 2 Comments
Catatan “Akhir” Piala Asia 2007
Officially Piala Asia 2007 memang belum selesai, baru mencapai semi final. Namun buat timnas Indonesia tentu sudah berakhir. Nama besar Jepang, Korea Selatan dan Arab Saudi serta kuda hitam Irak sebagai calon-calon finalis di Jakarta nanti belum cukup memancing gue untuk menonton langsung episode penutup Piala Asia tahun ini. Gue masih saja berandai-andai Indonesia menahan seri Arab Saudi pada penyisihan grup kemarin. Tapi menyesal memang tak berguna, apalagi usaha para punggawa timnas tidak bisa dibilang mengecewakan. Mereka tampil mengesankan, buat gue ini permainan terbaik timnas yang pernah gue tonton setelah gue terkesan dengan timnas primavera pra olimpiade 1996. Inget dong masa-masa awal kejayaan Bima Sakti, Kurniawan, Indriyanto dan teman-temannya. Sayangnya penampilan penuh semangat mereka belum cukup mengubah sejarah bahwa Indonesia ga pernah lolos dari babak penyisihan grup.
Tapi satu hal yang pasti, gue sebagai warga negara Indonesia dan penikmat sepakbola tentu ga mau ketinggalan menyaksikan timnas berlaga langsung di Gelora Bung Karno. Selain itu gue pengen merasakan atmosfer penonton yang luar biasa, gue pengen menjadi bagian di dalamnya. Alhamdulilah dari tiga laga tim merah putih gue berkesempatan nonton game Indonesia vs Arab Saudi setelah gue gagal mendapat tiket Indonesia vs Bahrain. Untuk Indonesia vs Korea gue ga terlalu maksain dapet tiket karena tau diri, kalo gue nonton kok Indonesia malah kalah ya hehehe..
Kembali ke stadion. Atmosfernya sungguh luar biasa. 88.000 penonton memadati setiap ruang yang ada. Buat gue bersama temen2 gue Dayat, Linggo dan Ngantuk yang berada di kategori 4, susah untuk nonton sambil duduk karena saking penuhnya. Tapi emang bukan kenikmatan menonton yang gue cari, tapi terlibat dalam suasana seperti ini yang gue inginkan. Orang Indonesia mana yang ga merinding mendengar 88.000 pendukung serentak menyanyikan lagi kebangsaan Indonesia Raya. Sata hal yang sulit ditemui puluhan tahun belakangan ini. Dan gue bangga menjadi saksi sejarah, meski sekedar menyaksikannya dari kursi seharga 15.ooo pada satu pertandingan.
GLORY GLORY SEPAKBOLA INDONESIA.



Filed under: Football | 4 Comments
My Epson C67 : RIP
Setelah menemani komputer gue selama kurang lebih 1 tahun. Akhirnya Epson C67 gue tewas dengan sukses. Beberapa minggu yang lalu ketika adek gue dengan kejamnya ngeprint makalah sebanyak 2oo-an halaman, printer itu mendadak mati dengan berkedip-kedipnya indikator error. Dan setelah itu sama sekali ga bisa digunakan. Dugaan gue headnya bermasalah karena gue memakai tinta non-original.
Tadinya mau gue bawa ke tempat servis resmi Epson, tapi udah ketebak lah nanti situasinya kaya gimana.
“Lah, salah situ sendiri kenapa ga pake tinta original ?”
“Yah abis gimana dong, harga tinta originalnya menjebol dompet banget sih mas. Masa 2 kali beli tinta original harganya sama aja kaya printernya?”
“Nah kalo jadinya rusak kaya gini ya lebih jebol lagi dong dompet situ!?. Maaf kita ga bisa melayani kalo rusaknya karena pake tinta non-original!”
Nah, kalau sudah begitu habis perkara. Karena itu gue bawa ke tempat servis biasa. Ternyata bener dugaan gue headnya yang kena dan kalo diganti memakan biaya sekitar Rp 800.000. Maknyus, sama kaya harga printernya dong. Ya sudah gue relakan saja deh kepergian Epson C67 tercinta. Hix Hix.
Filed under: Computer, Life | 4 Comments
Real Madrid Buka Puasa
Setelah 3 tahun berpuasa tanpa satu gelar pun. El Real “berbuka” dengan menu utama yang sangat nikmat. Mahkota juara La Liga. Dan game melawan Real Mallorca semalam adalah salah satu game terbaik Madrid yang pernah gue saksikan musim ini. Luar biasa.
Setelah tertinggal lebih dahulu di babak pertama oleh Fernando Varela. Madrid melakukan comeback luar biasa dengan mencatak 3 gol pada babak kedua lewat Reyes yang menggantikan Beckham, lalu sundulan Diarra, dan.. lagi-lagi Reyes dengan tendangan akurat dari luar kotak penalti. Huehehe supersub nih orang. Peluit akhir yang dibunyikan wasit seakan terdengar seperti adzan magrib pada bulan puasa bagi penghuni Santiago Bernabeu. Yak saatnya berbuka hehe, dan Muhamadau Diarra pun bersujud syukur.
Beckham -yang pada game itu didukung langsung oleh Victoria, Tom Cruise dan Katie Holmes yang datang ke stadion- dapat meninggalkan Madrid ke Los Angeles dengan senyum mengembang. Begitu juga Roberto Carlos yang musim depan akan ke Fenerbahce. Ketegangan di wajah Don Fabio mencair berganti wajah gembira. Kota Madrid berpesta.
Here are some pics.





Memang, setelah EPL dan UCL selesai dan Manchester United belum beraktivitas, hanya Madrid di La Liga yang menjadi hiburan buat gue untuk saat ini. Sensasinya agak mirip seperti ketika Manchecter United meraih gelar EPL dari tangan Chelsea. Musim yang menyenangkan, Manchester United juara EPL, AC Milan juara UCL dan Madrid juara La Liga. Tahun ini akan makin berkesan buat gue apabila Persib juara Liga Indonesia dan Timnas Indonesia juara Piala Asia (hihihi yang ini sepertinya cukup sulit walau tidak mustahil).
Cmon Indonesia!!
Filed under: Football | 0 Comments
Sudah 2 minggu dari post terakhir gue dan alhamdulilah laporan PKL sudah 70% berjalan. Sudah sampai bab 4 yaitu Analisa dan Perancangan. Kepastian pembimbing sudah di acc oleh SekProg Bu Nuraini. Keinginan gue untuk dibimbing Pak Yusuf tercapai. Hehe semoga aja lancar deh. Oiya revisi Video Profile Fakultas juga baru aja selesai. Sebenarnya Pak Yusuf sudah cukup puas dengan hasilnya tapi Pak Dekan dikompor-kompori beberapa staff hingga selalu meminta revisi. Semoga aja ini yang terakhir.
Sambil mengerjakan laporan PKL gue sedikit-sedikit membantu Ibu, hehe. Jadi gini, Nyokap gue itu lagi berusaha menyelesaikan kuliah S3-nya di bidang PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan karena kesibukannya maka disertasinya jadi agak terlantar. Nah akhirnya gue bantu nyokap gue melakukan penelitian di sebuah TK di Istiqlal. TK ini dipilih karena memakai metode pembelajaran BCCT (Beyond Center and Circle Time) yang mana menjadi fokus penelitian disertasinya.
Tugas gue cuma merekam segala aktivitas pembelajaran TK itu dengan video, sehingga memudahkan Nyokap gue menganalisa nantinya. Nah karena satu hari gue membutuhkan sekitar 2 - 3 kaset miniDV, jadilah saat ini terkumpul 22 kaset. Dan ketika dicapture ke hardisk memakan kapasitas kurang lebih 77 GB huhu, itupun pake format MPEG2. Gimana kalo DV? Nah sudah 2 hari ini gue berkutat di depan kompie hanya untuk capture yang totalnya membutuhkan waktu 22 jam!! Untung ada Pro Evolution Soccer 6 yiihaa!! Sampe bosen gue maen PES6 sambil nunggu capture.
Ngomongin PES6, biasanya kalo maen Master League gue make Manchester United (tentunya
). Tapi karena EPL udah abis jadi ga terlalu semangat pake MU. Karena itu gue melanjutkan Real Madrid yang sekian lama nganggur. Saat ini Madrid gue baru memasuki divisi utama setelah menjuarai divisi 2, dan gue berhasil membeli Fernando Torres, D’Alessandro dan Ashley Cole hell yeah!! Yaah mumpung liga sepakbola eropa lagi break season puas-puasin deh maen game. Dan tentu saja maen Futsal bareng anak-anak United Indonesia.
Oiya, sejak beberapa bulan lalu gue bela-belain nabung buat beli monitor biar bisa dual view, biar kalo ngedit video jadi enak. Sebenarnya duit belum mencukupi tapi karena bantu-bantu nyokap ditambahin deh duit buat beli monitor hehe, thanks a lot ma. Hari senin kemaren gue langsung aja beli monitor LCD 17″ Viewsonic VA1703WB. Gue pilih yang widescreen biar luas kalo ngedit.
Ini monitornya,

Dan ini setelah “dikawinkan” dengan Samsung 793MB gue yang udah uzur.

Filed under: Life | 2 Comments





